Digdaya Ing Bebaya

digdaya ing bebaya 3

Film dokumenter ‘Digdaya Ing Bebaya’ memberi sedikit gambaran tentang penduduk Glagaharjo yang menolak untuk direlokasi pasca erupsi gunung Merapi 2010. Setelah kondisi dirasa aman, mereka kembali ke desa mereka, membersihkan material dan membangun kembali rumah mereka. Sekelompok nenek yang tangguh menaiki dan menuruni bukit untuk mendapatkan regedek atau tanaman Pegagan sebagai bahan jamu. Disela-sela perjalanan mereka, mereka bercerita tentang pengalaman seputar erupsi, alasan untuk tetap bertahan di kampung halamannya, juga tentang perasaan, cinta, dan kepercayaan mereka.

 

Film dokumenter pendek ini mendapatkan penghargaan sebagai Pemenang Film Dokumenter terbaik pilihan official jury, XXI Short Film Festival 2015, Pemenang Film Dokumenter terbaik pilihan Indonesian Motion Picture Association (IMPAS), XXI short film Festival 2015, serta menjadi finalis Chop Shots Documentary Film festival 2014.